Saturday, March 8, 2014

I am a Quiz Hunter



Mungkin jaman dulu sebelum ada gadget dan internet, kita biasa mendengar atau melihat kuis di radio dan televisi. Kuis yang gw inget dari kecil sampai sekarang adalah telekuis jari-jari yang biasa ditayangkan di televisi. Apakah kalian sejaman dengan gw? Hahahahaha...

Atau mungkin Ibu kalian atau bahkan kalian sendiri pernah mengumpulkan bungkus suatu produk dan dikirimkan lewat pos, berharap menjadi pemenang mendapatkan hadiah dari sebuah undian? Yes, kalo Ibu gw dulu sering banget melakukan hal itu, tapi sayangnya belum pernah menang sekalipun hingga sekarang. Well, sekarang sih Ibu gak pernah ikut begituan lagi, sebaliknya sekarang anaknya yang doyan ikutan kuis. 😀

Kalau kuis jaman sekarang gak cuma di radio atau televisi. Di jaman gadget dan internet ini, kita bisa menemukan beragam macam kuis di social media. Mulai dari kuis kompetisi foto, video, games online, atau bahkan sekedar tebak-tebakan lewat social media.

Mengapa gw ikutan kuis? Sebenarnya, alasan gw ikut kuis adalah melihat prestasi yang didapatkan teman gw si Hira. Dia ini sering banget menang kuis. Mulai dari yang hadiahnya kecil-kecil sampe hadiah liburan nonton pertandingan Manchester United di Hongkong. Seru gila deh! 
Terus gw mikir, kayaknya menarik nih hobi nya si Hira. Terus gw tanya-tanya ke dia, bagaimana caranya ikutan kuis kayak. Hingga pada akhirnya, gw memutuskan untuk menambahkan "quiz hunter" sebagai hobi baru gw.

Sebenarnya buat memenangkan kuis itu memang sepenuhnya dipengaruhi oleh suatu "keberuntungan" alias HOKI. Tapi di balik itu semua, harus ada juga yang namanya NIAT, USAHA dan DOA. Itulah tips yang diberikan Hira ke gw. Oh iya, satu lagi, jangan pernah menyerah. Karena dibalik semua kemenangan yang diraih Hira, ada juga banyak kekalahan yang dijumpainya. Seperti kata pepatah, kegagalan adalah kemenangan yang tertunda. Dan roda kehidupan itu berputar gak selamanya loe menang, ada kalanya loe kalah. Kalau loe kalah, berarti itu bukan rejeki loe, melainkan ada orang lain di luar sana yang lebih berhak untuk mendapatkan rejeki tersebut.

Sudah pernahkah gw menang?
Well, kuis yang gw menangin pertama kali adalah kuis kompetisi foto Tropicana Slim. Gw ajak Hira buat bareng ikut kuis ini. Hadiahnya memang sangat menggiurkan, jalan-jalan ke Korea Selatan bersama 3 orang teman. Tapi sayangnya, belum rejeki gw buat jalan-jalan ke Korea. Gw dapet hadiah hiburan, yaitu tongkat narsis alias TONGSIS. Hahahaha.....


Ini foto yang kita kirim buat kuis kompetisi foto Tropicana Slim


Setidaknya gw sudah mencoba, dan menang hadiah hiburan juga lumayan lah. Gw percaya, suatu saat nanti pasti gw bisa menang sebuah kuis dan mendapatkan hadiah utamanya! 
Kalau kalian ada yang punya cerita sama seperti gw? Share dong.... hehehehe, salam anak Quiz Hunter! Mari berburu kuissss.......


. 

Thursday, January 9, 2014

Welcome 2014


Selamat tahun baru 2014 teman-teman.

Good bye 2013.
Banyak kisah yang sudah aku lalui di tahun 2013. Kalau ditanya, bagaimana resolusi 2013? apakah terwujud semua? jawaban nya adalah not yet. Ya...belum tercapai...namun satu hal yang patut disyukuri adalah aku masih bisa bernafas sampai detik ini.

Aku tidak ingin berlama-lama terjembab dalam kisah kelam yang terjadi di 2013. Sehari sebelum menjelang pergantian tahun, aku mencoba merefleksikan diri, memutar balik cerita apa saja yang terjadi selama 2013.

Well, aku mencoba menghela nafas panjang. Lalu mencoba menyepakati bersama dengan hati bahwa semua itu dijadikan sebagai pelajaran berharga saja.
Sementara itu, mengenai resolusi 2014, aku tidak memiliki rencana apa-apa. Yang pasti aku berharap sehat dan bahagia. That's all.

Selebihnya aku serahkan pada-Nya.

Hello 2014. Mari kita mulai perjalanan baru kita.....





Tuesday, December 24, 2013

December




Bulan penutup tahun adalah bulan yang sangat menyenangkan bagiku. Sambil mendengarkan lagu “Desember-efek rumah kaca” pikiranku berusaha mengenang kembali desember-desember yang pernah aku lewati. Aku selalu suka sehabis hujan di bulan desember…..lirik lagu ini semakin membuat aku tenggelam jauh menelusuri kenangan-kenangan indah tersebut. 

~Merangkai pohon natal bersama, mendekor ruangan, film home alone yang  tak penah bosan ditonton, menghabiskan kue-kue natal, begadang dan bercanda bersama sepupu-sepupu,  lagu-lagu natal non-stop, ah...itu semua adalah momen yang selalu ditunggu setiap tahun. Ditambah lagi menjelang malam tahun baru, pasti akan ada petasan dan kembang api yang siap diluncurkan di halaman depan rumah.~

Oh, Desember.....bulan yang penuh kegembiraan. Sejuk. Bahagia dan Damai.
Tapi, desember tahun ini akan menjadi sangat berbeda. Karena dia sudah tidak bisa lagi berkumpul bersama kami. Dia merayakan desembernya di atas sana, bersama para Malaikat Surga.


Selamat Natal Papa. We love you so much. 



Wednesday, November 27, 2013

Sudah legowo. Maybe.



27 November 2013.

50 menit menuju jam pulang kantor. Suara Frank Sinatra mengalun lembut melalui earphone di telingaku, dia berkata let it snow..let it snow… dan mendung di luar sana seakan melengkapi atmosfir ruangan kantor. Menjelang akhir tahun begini, selalu dan pasti makan gaji buta a.k.a magabut. 

Sudah 4 bulan sejak kita putus, aku tidak hentinya melihat perkembangan facebook mu, meski notification close friend mu sudah aku hapus, tetap saja dalam sehari, diri ini tidak bisa diam untuk melihat facebookmu. Sore ini, aku melihat kau meng-update cover foto mu, ya foto hitam putih dirimu yang kau ambil di sebuah penginapan di bogor ketika kau bertugas disana, ketika itu hubungan kita sudah tidak sehat lagi karena dia, begitulah menurut aku meski menurutmu bukan. Aku akui, foto hitam putih itu bagus, terlihat klasik, sedih dan bimbang. Mungkin persis menggambarkan situasimu di kala itu.
Cover foto mu itu dikomen oleh dia. Cantik. Itulah katanya, dan seperti tertulis disana kau balas dengan tulisan syok. Mungkin itu persis juga menggambarkan perasaan mu saat membaca komen dari dia. Siapa yang tidak senang karena dikomen oleh pria pujaan hati.

Ada yang aneh dengan diriku. Aku tidak merasakan cemburu. Emosiku tidak meningkat. Malah semesta mengajak ku untuk tertawa. Alam seolah berkata, lihat lah mereka, dan lihat lah dirimu. Ya, ini tidak seperti biasanya, ketika dulu aku masih bersama dengan dirimu. Dulu darah bisa saja mengalir deras dari jantung ke kepala, tapi kini aku tampak tenang dan tidak merasakan apa-apa.
Aku mengamati ruangan sekitarku. Playlist lagu natal tetap terus mengalun indah di telingaku. Apa karena pengaruh lagu-lagu natal ini? Sepertinya tidak. Atau karena  good day carebian nut yang sudah 2 gelas aku habiskan hari ini?

Mungkin ini yang orang-orang namakan “sudah legowo”. Maybe.

Aku tersenyum. Aku langsung bersiap-siap untuk pulang. Di luar masih mendung. Dan besok mungkin aku akan mulai jarang melihat facebookmu lagi.


Thursday, June 20, 2013

Curhatan Isi Kepala


Aku adalah aku.
Kamu adalah kamu.

Dan kita adalah aku dan kamu
dan mereka ada yang peduli ada yang tidak,

Masalah demi masalah silih berganti,
namun dengan tenang aku atasi,
terkadang kamu yang frustasi, aku pun tak pungkiri juga.

semua ini proses,
tak pernah tahu kapan berakhir,
tak pernah tahu siapa yang menang,
aku sangat harap semuanya senang dan tidak ada yang kalah.

Roda terus berputar,
dan kini tiba waktunya,
dimana aku harus berdiri di atas sebuah benang.

yang bisa aku buat hanya ini,
dan semoga Engkau sudi untuk selalu menopangku.

Hingga saatnya tiba,
aku ingin menikmati pelangi bersama kamu dan mereka juga.

senang bersama.





  kepala penuh masalah,
  Jakarta, 21 Juni 2013



Thursday, May 2, 2013

Hope.


Hello everyone.

I am back. Ini adalah tulisan pertama ku di tahun 2013 ini.
OMG. I just realized, where have I been? 
and what have I missed that I don't write on this blog.

Many things that I have been through these past few months.
Dan saya percaya, anda juga mengalami banyak hal juga. 
Tell mee if i am wrong.

Love. Family. Job. College. Friends. God.
Enam elemen ini lah yang memberikan aku beberapa pelajaran.
A lesson about life. 
A reason what i should do today and tommorow.
Semua nya menjadi satu dan saling berhubungan.
All of them become one, a hope.



Hope is beautiful.

Saturday, September 22, 2012

SINGAPORE FIRST TIME (PART 1)


Belajar. Berteman. Bekerja. Bertamasya. 


Tanggal 9-14 September 2012 lalu aku mendapat tugas dari kantor untuk ikut training di Singapore.
Well, harapan ku sih akan mendapat tugas ke Eropa atau Asia yang cukup jauh dari Indonesia. Apa mau dikata, dapetnya di tetangga Indonesia. Harus tetap bersyukur.. :)

Minggup pagi, 9 September 2012 aku berangkat naik taxi blue bird ke terminal 2, pesawat Singapore Airlines ku take off jam 08.00 WIB. Ini pertama kalinya naik SQ dan pertama kalinya naik Airbus. :)

Ini lah makanan nasi goreng di SQ:

Nasi Goreng ala SQ

Perjalanan ke SG dengan pesawat terbang menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam. Karena jam di SG lebih cepat 1 jam dari Indonesia, maka ketika saya sampai di Changi, jam menunjukkan pkl. 10.30 waktu SG.

Turun dari pesawat, aku dikagetkan dengan pelayanan airportnya yang sungguh baik dan teratur. Custom nya tidak repot dan pengambilan bagasi yang cepat. 
Mencari taxi pun cepat meski antri tapi tidak terlalu lama. Nah, mengenai taxi memang sangat berbeda dengan Indonesia. Sopir taxi di SG kurang ramah, kita juga harus mengangkat tas/koper sendiri ke dalam bagasi taxi, berbeda dengan sopir taxi Indonesia yang langsung turun membantu mengangkat. Perbedaan nya yang lain adalah adanya print out untuk bukti pembayaran/bill nya di taxi SG.

Dari Changi aku langsung menuju Orchad Hotel. Yup, disana aku akan menginap sampai tanggal 14 September 2013. Sepanjang perjalanan dari Changi ke Orchad aku ditakjubkan dengan pemandangan tata kota SG yang sungguh luar biasa. Semua tertata rapih, bersih dan tentunya tidak macet seperti di Jakarta.
Mata ku tidak pernah berkedip melihat seluruh isi kota SG, yang membuat aku kaget juga adalaha populasi motor yang hilir mudik di jalanan bisa dihitung dengan jari, sementara itu mobil-mobil mewah seperti Ferrari, Porche, dll cukup banyak yang hilir mudik di jalanan Singapore. Sayang nya mobil-mobil mewah tersebut tidak bisa tancap gas melebihi 90km/jam, karena adanya peraturan Pemerintah yang mengatur tersebut. Maka jangan heran jika kita selalu melihat banyak kamera sepanjang jalanan SG. 

Sesampai di hotel aku juga langsung dibuat terpesona oleh kemewahan Hotel Orchad. Sungguh beruntung aku menginap di hotel ini. :)

Orchad Hotel


Setelah check in, aku langsung ke lobby untuk betemu dengan Ivert. Ivert ini adalah anak dari Ibu Mariana, rekan kerja di kantor. Aku sudah janjian untuk bertemu, karena ada titipan dari Ibu Mariana yang ingin aku berikan kepadanya. Selain itu, Ivert juga mau menemaniku jalan-jalan menjelajahi kota Singapore. Ivert ini dulu kuliah di SG dan kemudian lanjut bekerja juga di SG. 

Rencanaku memang ingin menghabiskan hari minggu ini seharian dengan jalan-jalan dan membeli oleh-oleh, karena hari senin-jumat, 10-14 september aku akan training seharian penuh dari pagi sampai sore, takutnya tidak sempat lagi untuk jalan-jalan dan membeli oleh-oleh. 
Awal mula nya malah aku ingin pulang ke Jakarta hari sabtu malam, 15 September. Tapi berhubung tanggal 15 harus masuk kuliah karena ada ujian jadi aku harus balik ke JKT tanggal 14 malam.

Dari Orchad Hotel, kami bergegas langsung menuju stasiun MRT. Destinasi pertama kami adalah China Town dan Little India. Well, semua orang di SG jalan nya cepet-cepet ya. Kayak dikejar setan aja, hahahahaha, berbeda dengan orang Indonesian yang jalan nya (terlalu) santai. oops...



MRT


Aku juga baru tau kalo di escalator ada jalur cepat dan jalur lambat. Kayak jalan TOL aja. Yang tidak buru-buru harus berdiri di sebelah kiri. Sementara sebelah kanan untuk orang-orang lewat karena buru-buru. 

Ternyata MRT adalah alat transportasi yang paling favorit di SG. Tidak heran MRT nya selalu penuh. 
Jakarta kapan ya punya MRT? Semoga Gubernur JKT yang baru, Jokowi bisa merealisasikan transportasi yang bagus seperti SG ini. 

Sampai di China Town, aku langsung makan siang di foodcourtnya. Gila mampus! rame banget nih tempat makan. Setelah itu aku langsung menelusuri pusat oleh-oleh, aku beli beberapa gantungan kunci dan baju. Mampir bentar di little India dan tidak lupa mengambil foto. :)

Little India
Setelah itu aku langsung ke daerah Msutafa untuk membeli cokelat. Katanya disana cokelatnya murah-murah. Dari China Town aku dan Ivert naik MRT ke Mustafa.  Uniknya di Mustafa, semua orang yang masuk harus antri dulu biar tas ransel atau tas kantong plastik bawaan nya diiket dulu dengan tali segel. Maksudnya mungkin biar gak ada yang mencuri. Wah berarti sudah pernah ada kejadian pencurian nih disini. hohohoho. Setelah keluar dari Mustafa, tas kita dibuka lagi segel nya oleh petugas. 


Aku tidak berlama-lama di Mustafa, setelah selesai membeli cokelat kami langsung bergegas ke Sentosa Island dengan naik Monorel. Wuaah..ini juga pertama kalinya aku naik Monorel.





Di Sentosa Island ada sebuah Casino, tempat orang-orang yang ingin mencoba peruntungannya dengan berjudi. Yup, di Singapore tempat dan kegiatan perjudian adalah legal. Tapi aku salut dengan pemerintah SG yang cerdas, karena semua turis yang datang ke Casino ini dapat masuk dengan gratis, cukup dengan menunjukkan passport saja. Sementara penduduk/masyarakat/warga negara Singapore harus membayar 
$ SG 100 jika ingin masuk ke dalam Casino. Bisa dilihat bahwa target utama Casino ini adalah para turis dari luar Singapore. Kalo di Indonesia kayak gini mungkin sudah banyak demo di mana-mana.


Setelah dari Sentosa Island, kami bergegas ke Esplanade. Tempat ini merupakan tempat yang biasa dipakai untuk theatre atau pertunjukan seni dan konser musik. Esplanade berdekatan dengan Marina Bay Sand. 






to be continued.................................................................................



Friday, August 10, 2012

Comeback to Campus




Hari ini adalah hari pertama aku kembali menjadi seorang mahasiswa. Setelah 3 lalun lalu aku mendapat gelar sarjana teknik, kini aku memberanikan diriku untuk kembali berkutat dengan buku-buku dan bercengkerama dengan tembok-tembok pendidikan.

Tiga tahun di Jakarta, tiga tahun aku bergelut di dunia kerja membuat aku tahu dan mengerti bahwa semakin hari bau-bau persaingan di dunia kerja semakin besar. Tengok lah keluar, sudah bertambah berapa meter kah panjang antrian sarjana muda yang mencari pekerjaan? Dan aku akui, aku beruntung karena aku cepat mendapat pekerjaan yang bagus setelah lulus kuliah. 

Tidak dipungkuri bahwa gelar sarjana tidak bisa dijadikan tolak ukur kesuksesan seseorang. Mungkin itu cerita jaman dahulu kala, ketika populasi sarjana masih sedikit dan lembaga-lembaga pendikan masih segelintir. Lain hal nya dengan jaman modern sekarang, dimana semua orang dengan mudah bisa mengakses informasi dari mana saja. Ilmu bisa didapat dengan mudah, cukup dengan menekan satu tombol. Sebuah gelar tidak bisa menjamin seseorang bisa mudah mendapat pekerjaan. Sebaliknya banyak orang yang tidak bergelar apa-apa malahan dengan mudah dan sukses menciptakan lapangan pekerjaan untuk mereka-mereka yang bergelar. Lalu apa sebenarnya tujuan kita bersusah payah mengejar gelar sarjana?

Suatu hal yang mencengangkan juga terjadi ketika kebanyakan mahasiswa ditanya mau kerja apa ketika setelah lulus? Jawaban mereka adalah tidak lain ingin bergelut di dunia entrepreneurship. Apakah ini menandakan bahwa bekerja di sebuah perusahaan/instansi kini sudah tidak menarik lagi dan membosankan? 

Aku mengambil kelas weekend, Jumat (malam) dan sabtu (seharian). Angkatan ku ada 3 kelas, satu kelas isinya 37 mahasiswa. Ternyata banyak juga yang mengejar gelar magister. Di kelasku aku sendiri yang paling muda, yang lainnya sudah lama bergelut dalam dunia kerja. Semoga banyak ilmu dan pengalaman dari mereka yang bisa aku tangkap dan bisa dijadikan pelajaran nantinya.

Pilihan ku mengambil magister adalah tentu ingin mendongkrak karir. Tentu saja tidak dipungkuri juga, suatu saat nanti aku juga ingin bergelut dalam dunia entrepreneurship. Kalau semua bisa dijalankan dengan beriringan tentu akan sangat menyenangkan.

Bagaimana dengan anda?





Friday, July 6, 2012

Talking about The Future


"yourself is a director for your future"

Barusan aku, teedoot dan capung habis nongkrong di sevel buaran deket kos ku. Kita ngobrol dari jam 9 sampai tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 00.30.
Banyak hal yang kita perbincangkan. Mulai dari masalah percintaan teman sampai masalah masa depan.
Ya, di umur kami segini memang adalah masa-masa hangat nya memikirkan dan mempersiapkan masa depan.
Seperti baru saja kami tertawa di pojokan ruangan asrama SMA di Jogja, hingga sekarang kami duduk bertiga di sudut Ibukota, dan membicarakan masa depan.
What the hell. Mau tak mau memang fase seperti ini akan kita lewati. Mau jadi seperti apa kita setahun lagi, dua, tiga, empat dan seterusnya.
Menjadi pria dewasa itu pasti, dan masa depan harus dipersiapka dengan matang. Pekerjaan, investasi, rumah, dan married, itulah yang kami perbincangkan malam ini.
Terselip juga masalah percintaan teman kami si Jerry dan si mbah. Tapi mereka berdua tidak hadir bersama kami malam ini.
Apa yang Jerry dan mbah rasakan, pernah juga aku alami.
Memang berat, ketika seseorang yang sudah kita persiapkan untuk masa depan kita ternyata malah meninggalkan kita.
Tetapi itulah hidup, aku banyak belajar dari situ.
Kini aku sudah memiliki seseorang untuk masa depanku. Terkadang terbesit rasa takut jika dia pergi. Tapi aku percaya dan menyerahkan semua kepada-Nya.
Sekarang aku hanya bisa percaya kepadanya. Memegang komitmen bersama nya. Dan mempersiapkan masa depan yang indah bersama nya.
Komitmen, cinta, kepercayaan dan senyuman.


Tuesday, May 8, 2012

sejenak berteduh






"Ada sebuah rahmat baru di balik setiap kesulitan hidup"

Kata-kata ini lah yang membuat aku tetap terus menjalani semua ini dengan ikhlas.
Harapan ku semua nya akan menjadi indah pada waktu nya.


Jakarta, May 8th, 2012
sejenak berteduh di tengah sekelumit masalah.