Thursday, April 30, 2015

Gelar baru di belakang nama.




Seperti kata Paman Ben kepada Peter Parker, "with great power. comes great responsibility"


Akhirnya, hari yang dinanti datang juga. Tanggal 12 Maret 2015 merupakan salah satu hari bersejarah di dalam hidup gw. Yes, gw bangga karena gw adalah orang pertama yang sidang dan lulus di Pasca Sarjana MBA UGM  angkatan Executive B-25 C. 

Pagi yang cerah di Kota Jogja seakan turut bergembira merayakan kelulusan gw. Senyum sumringah Papa juga pasti tampak di Surga melihat gw berhasil memenuhi impiannya. Akhirnya Pa, anak lanang mu lulus S2. Pagi itu, gw mempresentasikan thesis gw mengenai branding di hadapan ketiga Dosen Penguji. Entah mengapa, gw gak merasakan gugup sama sekali. Gw sangat tenang dan biasa saja. Sementara teman-teman di grup WA sudah ribut, nanyain situasi sidang gw. Bahkan malah temen gw yang gugup dan panik, padahal gw yang sidang, kenapa dia yang jadi panik. Hahahaha. 
Satu hal momen yang tak terlupakan adalah ketika Pak Bayu Sutikno, salah satu penguji berkata di akhir sidang, katanya "Presentasi yang bagus, kamu tidak mempermalukan klan Bayu." Gw pengen ngakak sengakak-ngakaknya saat itu. Yes, Pak...hidup klan Bayu!

Kiri ke Kanan: Bu Iin Mayasari, Bu Yulia Arisnani , Pak Bayu Sutikno



Sebulan kemudian, tanggal 23 April 2015 akhirnya gw diwisuda di Gedung Graha Sabha Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Hari yang melelahkan tapi menyenangkan. Gw sangat berterima kasih sekali kepada Tuhan yang sudah membantu gw sehingga semua berjalan lancar, juga buat keluarga dan orang-orang terdekat yang sudah menemani dan memberi dukungan. Tak lupa juga gw berterima kasih banyak kepada Dosen pembimbing gw yang super baik hati, Ibu Iin Mayasari, yang selalu mau membalas email dan whatssapp dari gw.  Terima kasih semuanya. Semoga gelar baru ini bisa gw gunakan untuk memberikan kebaikan kepada orang lain. Amin.


Gw udah MBA loh




Tuesday, February 10, 2015

Lombok: Kesan Pertama Begitu Menggoda



Hai, Siapa yang sudah pernah berkunjung ke Lombok? Apa kesanmu?
Indah ya? Iya memang indah dan menawan. Itu lah kesan pertama gw ketika untuk pertama kalinya berkunjung ke sana.

Perjalanan gw ke Lombok ini berkat menang kuis kompetisi foto Instagram Batik Air seperti yang sudah gw ceritakan di postingan yang berjudul: Naik Private Jet ke Lombok.
Bersama 5 orang pemenang lainnya, Singgih, Zikri, Comax, Tanya, Benny dan gw berangkat naik private jet dari Bandara Halim Perdana Kusuma pada tanggal 30 Januari 2015 dan kemudian kembali ke Jakarta pada tanggal 1 Februari 2015.

Selfie dulu di dalam private jet
Setibanya di Lombok International Airport, kami langsung disambut oleh tour guide dan dibawa untuk makan siang di restoran. Gw lupa apa nama restorannya, tapi menunya seafood dan enak banget. Sumpah!

Spot 1 - Pantai Tanjung Aan

Destinasi spot wisata yang pertama kami kunjungi adalah Pantai Tanjung Aan. Sepanjang perjalanan, kami sering menjumpai turis-turis asing alias bule yang berkendara dengan sepeda motor sambil membawa papan selancarnya yang digantung di samping motor. Lokasi Pantai Tanjung Aan ini sekitar 75 km dari Kota Mataram. Setelah sampai di lokasi, gw langsung berlari sambil telanjang kaki menuju pantai. Wow, kaki gw merasakan ada yang berbeda. Yes, pasir nya beda! Pasir di Tanjung Aan bulat-bulat seperti merica dan berwarna agak kekuningan.

Pasir nya nih 

Kita juga akan menemui sebuah tanjung kecil seperti bukit di Pantai Tanjung Aan, dimana kita dapat melihat pemandangan yang memanjakan mata sambil merasakan semilir angin dan alunan deburan ombak yang berbaur menyejukkan hati yang galau. Hahahaha.


Tanjung Aan
Tanjung Aan dari atas



Spot 2 - Desa Sade

Setelah puas menjelajah Tanjung Aan, kami melanjutkan perjalanan ke Desa Sade yang berlokasi di Lombok Tengah bagian selatan, sekitar 8 km dari Bandara. Di Desa Sade ini, kita bisa melihat langsung kebudayaan asli Suku Sasak yang masih terjaga sampai saat ini. Bentuk bangunan, pakaian, tarian, adat istiadat dan gaya hidup nya tergolong masih tradisional.


Desa Sade

Desa Sade memiliki sekitar 700 penduduk, dimana semuanya saling bersaudara. Yes, Suku Sasak tidak melarang untuk menikah dengan saudara sendiri.
Rumah-rumah di Desa Sade atapnya terbuat dari ijuk jerami dan dinding nya terbuat dari anyaman bambu. Lantainya sendiri dari tanah liat dan sekam padi. Yang membuatnya unik, beberapa waktu tertentu, lantainya akan digosok dengan kotoran kerbau. Suku Sasak percaya bahwa kotoran kerbau itu dapat membersihkan lantai, mengusir serangga dan menangkal pengaruh ilmu jahat dari luar. Bau? tentu tidak. Karena setelah kering, kotoran kerbau tersebut akan disapu dan digosok dengan batu.

Rumah Suku Sasak


Laki-laki di Desa Sade bekerja sebagai petani padi dan palawija. Sementara para perempuan Desa Sade melakukan pekerjaan menenun kain. Kalian bisa melihat langsung proses menenun di Desa Sade, bahkan kalian juga bisa langsung pilih-pilih dan beli kain yang kalian sukai di sana. Keterampilan menenun ini merupakan tradisi yang diwariskan turun temurun oleh Suku Sasak. Bahkan gadis Suku Sasak wajib bisa menenun jika ingin menikah.


Proses menenun Suku Sasak

Spot 3 - Tanjung Ringgit

Di hari kedua, kami melanjutkan perjalanan ke Gili Trawangan. Tapi sebelumnya kami mampir ke Tanjung Ringgit. Disini kita bisa melihat keindahan laut dan tebing-tebing. Sayangnya, foto-foto gw disini hilang. Jadi tidak ada dokumentasi disini.

Spot 4 - Gili Trawangan

Hari kedua ini, kami menghabiskan banyak waktu di Gili Trawangan. Katanya kalau ke Lombok, wajib ke Gili Trawangan. Yes, pulau itu memiliki keindahan yang luar biasa. Kami menggunakan kapal cepat melalui pelabuhan Teluk Nara. Perjalanan laut ini ternyata cepat juga sekitar 15-20 menit. Gw kira bakal lama hahahahaha.

Pelabuhan Teluk Nara


Me and The Team



Setiba di Gili Trawangan, mata gw langsung terpukau dengan keindahannya. Pasir pantainya yang putih dan landscapenya yang memanjakan mata membuat gw berdecak kagum. "Gila, akhirnya gw sampai juga di sini", kata gw dalam hati. Kita bisa mengelilingi pulau ini dengan jalan kaki, naik sepeda atau naik dokar/andong. Gw dan teman-teman memilih buat jalan kaki buat explore setiap sudut pulau ini.
Dua sejoli sedang menikmati keindahan Gili Trawangan


Pantai Gili Trawangan



Wilayah yang paling ramai di Gili Trawangan ini adalah bagian sisi timur. Banyak cafe-cafe di pinggir pantai yang bagus buat dijadikan objek foto. Sementara sisi barat berdiri banyak hotel-hotel besar karena pemandangannya bagus buat melihat matahari terbenam. Ada spot bagus buat foto yaitu ayunan di tepi pantai. Kalau kalian ke Gili Trawangan, kalian wajib foto di sini.


Ayunan di Ombak Sunset

Menikmati suasana di cafe tepi pantai

Di Gili Trawangan, kita juga bisa melakukan snorkeling dan diving. Tenang, ada tempat penyewaan peralatannya kok. Tapi karena cuaca waktu itu sedang mendung dan akhirnya turun hujan, jadi kami memutuskan untuk tidak melakukan snorkeling dan diving, percuma ntar gak keliatan apa-apa di dalam air. Hehehehe.






Kayaknya seru kalau menginap dan menghabiskan malam di Gili Trawangan. Kita bisa memilih penginapan yang sesuai dengan budget yang kita miliki. Katanya, setiap malam pergantian tahun di Gili Trawangan ini ramai banget, banyak pesta yang diadakan di sini. Wah, menarik nih..., pengen lah nanti cobain menghabsikan malam tahun baru di Gili Trawangan.

Hari itu, kami tidak menginap di Gili Trawangan. Setelah puas mengelilingi pulau, akhirnya sekitar pukul 5 sore kami bergegas pulang kembali ke Hotel.


Spot 5 - Desa Sukarara

Hari terakhir, sebelum menuju bandara, kami mampir ke Desa Sukarara (dibaca: Sukarare) yang berada di wilayah tengah Lombok. Desa ini merupakan salah satu desa yang menjadi pusat industri tenun yang ada di Lombok. Di sini, kita bisa memilih dan membeli kain tenun khas Lombok yang sangat indah. Harganya berkisar dari Rp 25.000 hingga Jutaan Rupiah. Selain bahan dan lama prosesnya, semakin rumit proses pembuatan nya maka semakin mahal harganya.

Uniknya, di sini kita bisa mencoba memakai baju tradisional Lombok. Setelah itu kita bisa foto-foto di rumah adat khas Lombok yang ada di desa ini.



Gw nih pakai pakaian adat Lombok

Zikri dan Singgih sedang bertarung


Penginapan/Hotel

Oh iya, hotel tempat kami menginap adalah Hotel Kila Senggigi, terletak di Pantai Senggigi, sisi barat pulau Lombok. Hotelnya keren, pelayanannya ramah dan makanannya enak! Hahahaha, dasar Bayu orang kampung. Kita juga bisa melihat langsung pemandangan pantai di hotel ini.


Hotel Kila Senggigi

View Laut di Hotel

Ada Catur di hotel ini hahahaha

Oh iya, kalian bisa melihat foto-foto gw di instagram gw: @brnadbayu  atau juga bisa lihat video pendek gw tentang perjalan gw ke Lombok ini di youtube, klik link ini:  Lombok-Gili Trawangan-Flying Private Jet. atau bisa nonton di bawah ini:





Kiri ke Kanan: Zikri, Benny, Singgih, Tanya, Comax

Nah, itulah sekilas cerita mengenai perjalanan gratis gw ke Lombok. Senang rasanya bisa melihat langsung keindahan langsung Pulau Lombok, gak sekedar liat foto-foto di internet. Hahahahaha. Indonesia menang indah! Gw juga senang bisa mendapatkan teman-teman baru di perjalanan ini, saling berbagi cerita dan pengalaman. Kata-kata yang selalu gw bawa dalam perjalanan atau traveling adalah: "There will always be a reason why you meet people. Either you need to change your life, or you're the one that will change theirs."

Sampai jumpa, semoga kita bertemu kelak suatu hari.

Terima kasih sudah sempat membaca.

Salam senyum,

Bayu


















Sunday, February 8, 2015

Naik Private Jet ke Lombok


Kalau kalian baca judul postingan gw di atas, pasti muncul pertanyaan: Bayu naik private jet? Emang Bayu punya private jet? gila, gaya banget..., paling juga cuma cerita fiksi atau kalau bener juga paling si Bayu cuma jadi pembantu yang bersih-bersih di pesawat...Hahahahaha.

Tapi ini cerita nyata kok, bukan fiksi, bukan mimpi.
Yes, gw naik private jet untuk pertama kali nya dalam hidup gw. Semoga akan ada kesempatan lagi yang kedua, ketiga, dan seterusnya buat naik private jet..., atau  minimal punya satu private jet...hahahahaha...amin.


Ini Private Jet nya.


Lanjut ke pertanyaan berikut nya, kok bisa Bayu naik private jet?
Jawabannya adalah: Gw menang kuissss.....hahahahaha. Ya, gw akhirnya berhasil mendapatkan grand prize winner dari kuis kompetisi foto instagram yang dibuat oleh Maskapai Penerbangan Batik Air. Kompetisi foto ini berlangsung dari tanggal 1 Oktober sampai 31 Desember 2014. Para peserta disuruh posting foto yang mengandung unsur Batik Air. Dimana ada 2 pemenang yang dipilih setiap minggu (jadi total ada 22 pemenang). Dari 22 pemenang tersebut dipilih 6 orang terbaik yang mendapatkan grand prize berupa liburan ke Lombok dengan private jet di bulan Januari 2015. Dan gw beruntung menjadi salah satu dari 6 orang tersebut. 😄

Foto yang gw upload ke instagram untuk kompetisi ini bisa dibilang sederhana. Gw bikin origami pesawat-pesawatan dengan menggunakan logo Batik Air. Terus origami pesawat-pesawat itu gw gantung pakai benang. Kalian bisa lihat fotonya di bawah ini.

Foto Gw yang menang di kompetisi instagram Batik Air

Ini adalah pertama kalinya gw menang kuis mendapatkan hadiah utama. Sebelumnya gw pernah menang kuis tapi cuma mendapatkan hadiah hiburan doang. Mungkin kalian pernah baca postingan gw: I am a Quiz Hunter.  Seperti yang gw tulis di postingan tersebut, bahwa buat memenangkan kuis disamping dipengaruhi "keberuntungan" tapi juga butuh NIAT, USAHA dan DOA. Eh, satu lagi, PANTANG MENYERAH. Sebelum gw berhasil memenangkan kuis Batik Air ini, gw juga banyak mengalami kegagalan di kuis yang lain. Tapi gw gak menyerah untuk mencoba dan terus mencoba. That's the point.


Gw bersama para pemenang grand prize dan crew private jet.


Wefie dulu lah di dalam private jet.

Begitulah kira-kira cerita gw mengenai keberuntungan gw memenangkan hadiah utama kuis untuk pertama kalinya. Perasaan gw sangat luar biasa ketika baca pengumumannya. Seneng  bercampur haru bercampur gak percaya. Pokoknya seperti mimpi.

Kalau kalian ada yang punya cerita sama seperti gw? Share dong....
Salam anak quiz hunter!
Mari berburu kuis....

Baca juga cerita perjalanan gw di Lombok di sini: Lombok-Kesan Pertama Begitu Menggoda.

Terima sudah menyempatkan waktu untuk membaca,

Salam senyum,

Bayu



Wednesday, December 24, 2014

Cerita Sebelum (Malam) Natal 2014



............
They know that Santa's on his way
He's loaded lots of toys and goodies on his sleigh
And every mother's child is gonna spy
To see if reindeer really know how to fly........
(Christmas Song - Nat King Cole)


Alunan lagu natal itu mengalun lembut melalui earphone di telinga ku.
Mataku tertuju pada jam dinding. Jarumnya terus bergerak.
Dua jam lagi aku akan pulang, aku sudah izin kerja setengah hari,
dan besok sudah mulai libur,
aku akan merayakan malam natal bersama Keluarga pacarku,

Di luar mendung.
Semua orang di ruangan ini tampak sumringah.
Mereka sepertinya sangat senang menyambut liburan akhir tahun ini.
Yes, tentu saja aku juga sangat senang.
Natal telah tiba, dan aku akan pulang berkumpul besama Mama, Ajeng dan Michelle.

Satu lagi, pacarku.
Akhir tahun ini, aku akan membawa dia ke rumah dan memperkenalkannya kepada keluargaku.
Well, dan tahun ini adalah tahun kedua, natal dan tahun baru tanpa Papa.

Tiba-tiba otakku mulai memutar ulang memori selama 1 tahun ke belakang ini.
Apa saja yang sudah terjadi dalam hidupku di tahun 2014 ini?

Aku tersenyum sendiri.
Aku teringat bagaimana aku memulai hubungan ini...
Lucu dan menyenangkan...

Tahun 2014 aku juga mendapat Bos Baru setelah sekian lama mengatung tanpa arah dengan Bos yang lama....Thank God!

Aku juga bersyukur karena sebagai ketua kelas di MBA UGM Jakarta, aku disayangi oleh teman-teman. Terima kasih atas sepatu baru nya teman! Semoga kita bisa wisuda bareng di April 2015 ya!

Hari sudah siang,
Jam dinding di kantor sudah menunjukkan angka 12,
namun di luar masih mendung,
dan aku bergegas pulang...
menuju Bintaro...


And so I'm offering this simple phrase
To kids from one to ninety-two
Although it's been said many times
Many ways, Merry Christmas to you




Tuesday, December 16, 2014

Kisah Menjadi Ketua Kelas




"Untuk perintah adalah untuk melayani, tidak lebih dan tidak kurang." (Andre Malraux)

Well, bagi yang sudah pernah membaca blog gw pasti sudah tahu kalau gw sedang melanjutkan studi gw di MBA UGM cabang Jakarta. Ya, Universitas Gadjah Mada sekarang sudah ada di Jakarta khusus untuk studi Pasca Sarjana Ekonomi dan Bisnis, selain itu juga ada Pasca Sarjana Hukum.

Gw kuliah Jumat malam, jam 19.00 sampai 22.00, lalu dilanjutkan Sabtu, jam 08.00 sampai 18.00.  Yes, weekend gw dihabiskan di kampus tercinta ini. Say goodbye buat pacaran di malam minggu. Hahahahaha. Tapi kuliah gw gak pernah membosankan. Di angkatan Executive B-25 C, gw punya banyak teman-teman yang seru, apalagi gw punya teman-teman dekat dimana kita menamakan diri kita Geng Ciwet, alias cerewet. Kisah Geng Ciwet ntar gw ceritain di postingan gw selanjutnya ya. :)


Kelas yang bakal gw rindukan

Ada 5 semester di MBA UGM ini, terdiri dari Pra-MBA, Sem 1, 2, 3 dan 4. Dan tibalah gw dan teman-teman saat ini mulai memasuki semester akhir, dimana kita akan tidak sekelas lagi dan masing-masing dari kita akan memisahkan diri sesuai dengan penjurusan yang diambil. Sedih sih rasanya, biasanya bareng-bareng satu kelas menghabiskan weekend bersama, mendengarkan ceramah dosen bersama, dan sekarang harus pisah dan berjuang sendiri-sendiri demi menghadapi sebuah makhluk bernama "Thesis".

Tanggal 13 Desember 2014 adalah hari terakhir kita kuliah bareng satu kelas. Di hari itu, gw sebagai ketua kelas membuat acara kecil-kecilan sebagai perpisahan angkatan Exevutive B-25 C. Cie,, gw ketua kelas?? Iye..., gw ketua kelas sejak semester 1 sampai semester akhir ini. Loe yang lagi baca tulisan gw ini...., jangan ceng-in gw dong, lagian biasa aja, gak ada eksklusifnya kok. :)

Hari itu, kegiatan perkuliahan cuma sampe jam 15.00. Setelah itu kita adain acara perpisahan. Acaranya sederhana kok. Kita nyanyi bareng, joget bareng, makan-makan, bikin kuis bagi-bagi hadiah. Seru banget lah pokoknya. Sampai pada akhirnya ternyata gw disuruh kasih speech. What? Speech apaan nih? gw kaget kenapa gw harus kasih speech? Well, kata temen-temen gw sebagai ketua kelas harus kasih speech karena teman-teman gw sudah menganggap gw sebagai pemimpin yang sudah banyak membantu mereka.

Sungguh gw terharu, gw disuruh speech dan lebih terharunya lagi ternyata gw dikasih kado special dari teman-teman sekelas. Yes, gw dapet sepatu dan baju batik. Pas banget, gw lagi butuh sepatu kerja. Pantesan beberapa hari lalu si Evi kirim message by WA ke gw, pura-pura minta dipilihin sepatu buat kado pacarnya. Sial, ternyata buat gw toh. Hahahahaha. Thank you teman-teman! I love you all. Nah, buat kalian yang mau lihat keseruan acara kita tersebut bisa nonton videonya di link berikut ini:  Farewell - Executive B - Batch 25C - MBA UGM Jakarta



Terima kasih kado kenang-kenangan nya teman-teman!


Teman-teman rusuh Executive B-25 C


Mau tahu apa kerjaan gw sebagai ketua kelas?
1. Save no hp dosen, minta file materi ke Dosen lalu share ke teman-teman
2. Koordinasi ke Dosen dan bagian akademik kampus perihal tugas kuliah dan ujian.
3. Ingetin deadline tugas kuliah dan ujian ke teman-teman sekelas
4. Tempat curhat
5. Selalu tersenyum (gak ding..ini mah terserah dari diri sendiri... :) )


Gw bahagia bisa bertemu dan belajar ersama teman-teman yang keren ini selama kurang lebih 2,5 tahun. Banyak cerita, pengetahuan dan pengalaman baru yang gw dapetin. Kisah ini bakal menjadi cerita yang bakal gw ceritakan kelak di masa depan ke orang lain dan ke anak cucu.
Well, see you on top! Semoga kita bisa wisuda bareng ya di April 2015.






Thursday, May 15, 2014

Terus Bangkit dan Bersyukur.


Bangkit itu tidaklah mudah. 
Tapi mau tidak mau merupakan sebuah keharusan, jika kau ingin merasakan bagaimana rasanya oksigen bercampur dengan molekul kegembiraan bergerak cepat di dalam jiwamu.
Tapi bangkit juga harus selaras dengan kata tidak pernah menyerah. Karena itu formula yang sangat ampuh untuk menjalani kehidupan yang tidak bisa kita tebak dengan pasti. Dan hasilnya sangatlah luar biasa.


Aku mengenal Toto sejak kami berpetualang bersama di Asrama SMA di Jogja. Ketika itu, aku memberanikan diri keluar dari lingkunganku di Sumatera, dan masuk ke dunia luar tempat asal Ayahku yang bernama Jogja. Singkat cerita, 3 tahun di asrama ini aku memiliki banyak cerita yang luar biasa, karena bersama orang-orang yang luar biasa. Mungkin kisah kami bisa dijadikan novel atau bahkan film series atau film layar lebar (ini cuma khayalanku..tapi who knows ya..:p)

Lulus dari Asrama SMA, aku dan Toto masih tinggal bersama, walaupun kita tidak kuliah di satu Universitas yang sama. Kami mengontrak rumah bersama teman-teman yang lain. Kami sudah beberapa kali pindah kontrakan dan selalu ada kisah yang menarik yang terjadi di setiap kontrakan. Ahh..sesaat tiba-tiba tiap-tiap sudut kontrakan tersebut muncul di hadapanku, mengajak aku bernosta-gila

Toto ini anak desa. Aku pernah mampir ke rumahnya di Kendal. Rumah kayu yang beralaskan bumi, ketika itu hujan deras, dan i really love the atmosphere!. Karena Toto kuliah D3, maka dia lulus duluan di tahun 2007. Setelah lulus dia mendapatkan pekerjaan di pabrik kecap yang cukup terkenal di daerah Daan Mogot, Tangerang. Akhir tahun 2010, Toto pindah ke pabrik minyak goreng di daerah Marunda. Posisi dan salary nya lumayan, maklum dia lagi nabung buat menikahi pacar pertama dan terakhirnya. Susi namanya, kerja di Solo, dan sudah dipacari oleh Toto sejak 2008.
Sosok pemimpin sangat melekat di dalam pribadi Toto, walau terkadang aku tidak suka dengan gayanya yang hiperbolis jika sedang bercerita. Hahahahaha. Tapi aku senang melihat dia sangat menikmati pekerjaan nya, seolah itu lah passion nya. 

Long Distance Relationship, inilah 3 kata yang mungkin selalu menjadi beban Toto. Sejak pacaran, Toto sudah LDR dengan Susi, bahkan ketika telah menikah di tahun 2011 dan dikaruniakan seorang putera di awal tahun 2012, mereka masih LDR. 

Di satu sisi, pekerjaan dan posisi yang tengah digeluti oleh Toto ini pastinya adalah passion dan impian yang selama ini sangat dinantikannya. Tetapi disisi lain ada istri dan anak tercinta yang jauh di Solo, yang berharap bisa berkumpul bersama. Sudah banyak surat lamaran yang dia kirmkan ke perusahaan-perusahaan di Solo dan sekitarnya, namun belum ada satu pun yang memanggil dirinya. Mertua pun sudah menyuruh Toto untuk resign dan wiraswasta saja di Solo. Namun Toto menolak, karena aku tahu itu bukan lah impian Toto. Walaupun aku dan Toto punya keinginan wiraswasta atau berbisnis, tapi bukan seperti itu caranya. Akhirnya, Toto terus berupaya melamar pekerjaan ke perusahaan-perusahaan di Solo dan sekitarnya agar bisa berkumpul bersama keluarga tercinta. 

Pertengahan tahun 2012, Toto mendapatkan pekerjaan baru di Perusahaan percetakan kertas uang di Kudus. Tentu saja ini adalah suatu berita sukacita bagi keluarganya. Meski bukan di Solo, tetapi setidaknya jaraknya sudah dekat. Salary-nya memang turun dari yang sebelumnya, namun aku bisa melihat wajahnya yang ceria karena bisa dapat berkumpul dan dekat dengan keluarga. Akhirnya ya To, petualangan baru lagi di Kota lain, dan dekat dengan orang tercinta. Mantap!

Tepat enam bulan sejak kepindahan Toto ke Kudus, aku dikagetkan dengan kabar dari Toto. Aku ingat betul hari itu, Toto menelepon aku, dia bilang kalau dia tidak lulus 6 bulan percobaan di perusahaannya. Katanya ada yang tidak suka dengan kehadiran Toto. Beberapa orang lama seperti merasa terancam dengan kehadiran Toto yang vokal dan dominan.  WTF! Singkat cerita, Toto sekarang adalah seorang pengangguran. Aku bisa melihat ini adalah sebuah beban yang sangat besar bagi Toto. Walaupun istri nyabekerja, tetapi Toto harus mendapatkan pekerjaan baru untuk membiayai kehidupan rumah tangga nya. Seakan-akan sirna semua impian dan rencana jangka panjang yang sudah dia siapkan selama ini. 
Tapi Toto adalah orang yang tidak mudah putus asa. Dia tidak mau terpuruk lama di bawah dan berdiam diri. Tak ada kata menyerah di kamusnya. Dia kembali mengirimkan surat lamaran ke semua perusahaan di Solo dan sekitarnya. Berharap akan ada keajaiban dari Tuhan. 

Satu bulan kemudian, aku mendapatkan kabar sukacita. Toto diterima kerja di perusahaan pabrik kecap lokal di kota Solo. Oh My God. Tuhan memang selalu punya rencana yang indah untuk umat-Nya. Ternyata selama ini, rangkaian perjuangan yang dihadapi Toto adalah sebuah tahapan yang memang harus dijalani, dan hasilnya sunggulah indah. Akhirnya Toto mendapatkan pekerjaan yang bagus di Kota Solo, bisa berkumpul bersama dengan anak dan istri di satu rumah. What a day! There is a rainbow after every heavy rain.


Hingga tulisan ini kalian baca, Toto masih menjalani bahtera rumah tangga nya dengan bahagia dan penuh syukur di Kota Solo. Akhir Januari lalu, aku sempat berlibur dan menginap beberapa hari di rumahnya, dan tentu saja suatu saat aku akan kembali ke rumah itu dan kami akan bercerita tentang dunia dan  mimpi kami bersama.

Tetap semangat! Jangan menyerah kawan!









Monday, March 17, 2014

Sebuah Masa Depan


Jakarta, Maret 2014.
Kata orang, melupakan masa lalu itu sangatlah sulit. Tapi bagiku masa lalu bukanlah untuk dilupakan, tapi untuk tetap disimpan sebagai suatu kenangan yang manis atau pelajaran hidup. Dan lagi-lagi kata orang, masa depan itu adalah misteri, merancang masa depan sama susahnya dengan melupakan masa lalu. 
Well, bisa dikatakan hidup ini adalah sebuah perjuangan, semua orang di dunia ini berjuang untuk hidupnya dan untuk masa depannya. Kadang kita terhanyut jauh ke dalam aliran kehidupan, berjuang mati-matian dan berdarah-darah dan kuatir dengan masa depan, sampai-sampai kita lupa bahwa selama ini DIA yang terus memberikan banyak peluang untuk kita. Terkadang kita sering menutup mata dan telinga terhadap peluang-Nya. Ketika kita berjalan lurus ke depan, kita terlalu melihat ke atas tanpa menoleh ke samping atau ke bawah dan itu terkadang membuat kaki tersandung dan terjatuh.
Akhir tahun 2013, sejak Papa dipanggil oleh Dia, aku banyak melakukan instropeksi diri, lebih peka untuk menyadari peluang-peluang yang Tuhan berikan, walaupun terkadang Dia lakukan dengan cara tersembunyi. Karena apa yang baru saja aku alami adalah sebuah waktu yang membuat aku harus menata ulang kehidupanku, menata ulang apa yang sering orang sebut dengan masa depan. Dan sekarang saatnya aku harus memulai kembali dari nol, menata hidupku.
Jakarta, Kota Metropolitan, sebuah kota dimana banyak orang datang untuk mengejar mimpi-mimpi mereka, katanya sih begitu. Dan sejak 2010, aku pun mengikuti mereka untuk merancang masa depan di Jakara. Terlihat jelas pundi-pundi materi yang tak terbatas disana, peluang karir yang gemilang, tantangan yang memicu adrenalin, pusat tumbuhnya teknologi yang cepat, dan membuat orang memiliki prestise yang tinggi akan dirinya. Itulah yang ada di benak aku ketika lulus kuliah. 
times gone by and everybody's changing...
Semua pemahaman aku diatas telah berubah, ada beberapa alasan yang subjektif dan objektif.  Tapi intinya aku ingin kembali hidup di pinggiran kota dan kembali menikmati kehidupan desa, mungkin seperti waktu aku kuliah dulu. Hidup penuh kesederhanaan dan banyak cinta.  Entahlah, aku tidak tahu, apakah ini sebuah kemajuan cara berfikir atau sebuah kemunduran? Ketika otak ini dibuka ternyata banyak pemikiran yang terlewatkan. Mata hanya bisa melihat dengan terbatas dan telinga pun juga hanya bisa mendengar dengan terbatas. Apa yang dilihat oleh mata dan apa yang didengar oleh telinga kadang tidak sesuai dengan kenyataannya. Terbuai oleh janji materi dan mimpi-mimpi akan karir yang cemerlang membuat aku nyaris melupakan tujuan hidup yang sebenarnya.
Aku membayangkan suara kicau burung di pagi hari, angin semilir masuk ke dalam rumah, landscape hijau yang menyejukkan mata, udara segar yang menari-nari masuk ke dalam paru-paru, keheningan yang menyatu dalam yoga, secangkir teh di sore hari, senyuman hangat dari para tetangga, travelling, melukis, memotret, membuat lagu, menyanyi, tertawa, berkreasi tanpa batas, dan memeluk mereka yang kucinta.
Sebuah masa depan. Godspeed.

Saturday, March 8, 2014

I am a Quiz Hunter



Mungkin jaman dulu sebelum ada gadget dan internet, kita biasa mendengar atau melihat kuis di radio dan televisi. Kuis yang gw inget dari kecil sampai sekarang adalah telekuis jari-jari yang biasa ditayangkan di televisi. Apakah kalian sejaman dengan gw? Hahahahaha...

Atau mungkin Ibu kalian atau bahkan kalian sendiri pernah mengumpulkan bungkus suatu produk dan dikirimkan lewat pos, berharap menjadi pemenang mendapatkan hadiah dari sebuah undian? Yes, kalo Ibu gw dulu sering banget melakukan hal itu, tapi sayangnya belum pernah menang sekalipun hingga sekarang. Well, sekarang sih Ibu gak pernah ikut begituan lagi, sebaliknya sekarang anaknya yang doyan ikutan kuis. 😀

Kalau kuis jaman sekarang gak cuma di radio atau televisi. Di jaman gadget dan internet ini, kita bisa menemukan beragam macam kuis di social media. Mulai dari kuis kompetisi foto, video, games online, atau bahkan sekedar tebak-tebakan lewat social media.

Mengapa gw ikutan kuis? Sebenarnya, alasan gw ikut kuis adalah melihat prestasi yang didapatkan teman gw si Hira. Dia ini sering banget menang kuis. Mulai dari yang hadiahnya kecil-kecil sampe hadiah liburan nonton pertandingan Manchester United di Hongkong. Seru gila deh! 
Terus gw mikir, kayaknya menarik nih hobi nya si Hira. Terus gw tanya-tanya ke dia, bagaimana caranya ikutan kuis kayak. Hingga pada akhirnya, gw memutuskan untuk menambahkan "quiz hunter" sebagai hobi baru gw.

Sebenarnya buat memenangkan kuis itu memang sepenuhnya dipengaruhi oleh suatu "keberuntungan" alias HOKI. Tapi di balik itu semua, harus ada juga yang namanya NIAT, USAHA dan DOA. Itulah tips yang diberikan Hira ke gw. Oh iya, satu lagi, jangan pernah menyerah. Karena dibalik semua kemenangan yang diraih Hira, ada juga banyak kekalahan yang dijumpainya. Seperti kata pepatah, kegagalan adalah kemenangan yang tertunda. Dan roda kehidupan itu berputar gak selamanya loe menang, ada kalanya loe kalah. Kalau loe kalah, berarti itu bukan rejeki loe, melainkan ada orang lain di luar sana yang lebih berhak untuk mendapatkan rejeki tersebut.

Sudah pernahkah gw menang?
Well, kuis yang gw menangin pertama kali adalah kuis kompetisi foto Tropicana Slim. Gw ajak Hira buat bareng ikut kuis ini. Hadiahnya memang sangat menggiurkan, jalan-jalan ke Korea Selatan bersama 3 orang teman. Tapi sayangnya, belum rejeki gw buat jalan-jalan ke Korea. Gw dapet hadiah hiburan, yaitu tongkat narsis alias TONGSIS. Hahahaha.....


Ini foto yang kita kirim buat kuis kompetisi foto Tropicana Slim


Setidaknya gw sudah mencoba, dan menang hadiah hiburan juga lumayan lah. Gw percaya, suatu saat nanti pasti gw bisa menang sebuah kuis dan mendapatkan hadiah utamanya! 
Kalau kalian ada yang punya cerita sama seperti gw? Share dong.... hehehehe, salam anak Quiz Hunter! Mari berburu kuissss.......


Thursday, January 9, 2014

Welcome 2014


Selamat tahun baru 2014 teman-teman.

Good bye 2013.
Banyak kisah yang sudah aku lalui di tahun 2013. Kalau ditanya, bagaimana resolusi 2013? apakah terwujud semua? jawaban nya adalah not yet. Ya...belum tercapai...namun satu hal yang patut disyukuri adalah aku masih bisa bernafas sampai detik ini.

Aku tidak ingin berlama-lama terjembab dalam kisah kelam yang terjadi di 2013. Sehari sebelum menjelang pergantian tahun, aku mencoba merefleksikan diri, memutar balik cerita apa saja yang terjadi selama 2013.

Well, aku mencoba menghela nafas panjang. Lalu mencoba menyepakati bersama dengan hati bahwa semua itu dijadikan sebagai pelajaran berharga saja.
Sementara itu, mengenai resolusi 2014, aku tidak memiliki rencana apa-apa. Yang pasti aku berharap sehat dan bahagia. That's all.

Selebihnya aku serahkan pada-Nya.

Hello 2014. Mari kita mulai perjalanan baru kita.....





Tuesday, December 24, 2013

December




Bulan penutup tahun adalah bulan yang sangat menyenangkan bagiku. Sambil mendengarkan lagu “Desember-efek rumah kaca” pikiranku berusaha mengenang kembali desember-desember yang pernah aku lewati. Aku selalu suka sehabis hujan di bulan desember…..lirik lagu ini semakin membuat aku tenggelam jauh menelusuri kenangan-kenangan indah tersebut. 

~Merangkai pohon natal bersama, mendekor ruangan, film home alone yang  tak penah bosan ditonton, menghabiskan kue-kue natal, begadang dan bercanda bersama sepupu-sepupu,  lagu-lagu natal non-stop, ah...itu semua adalah momen yang selalu ditunggu setiap tahun. Ditambah lagi menjelang malam tahun baru, pasti akan ada petasan dan kembang api yang siap diluncurkan di halaman depan rumah.~

Oh, Desember.....bulan yang penuh kegembiraan. Sejuk. Bahagia dan Damai.
Tapi, desember tahun ini akan menjadi sangat berbeda. Karena dia sudah tidak bisa lagi berkumpul bersama kami. Dia merayakan desembernya di atas sana, bersama para Malaikat Surga.


Selamat Natal Papa. We love you so much.